BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
SMA
Negeri 1 Genteng atau yang lebih akrab dikenal sebagai Smansa merupakan salah
satu sekolah menengah atas yang cukup favorit di daerah Banyuwangi, bahkan di
Jawa Timur. Prestasi demi prestasi telah banyak diraih oleh siswa-siswi Smansa,
mulai tingkat kabupaten hingga Nasional. Salah satu presatasi yang terus
bertahan dipegang oleh sekolah ini adalah predikat nilai UN tertinggi di
Banyuwangi beberapa tahun terakhir, baik dari program studi Ilmu Pengetahuan
Alam (IPA) maupun Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Tentu
saja prestasi yang gemilang seperti ini tidak luput dari kerja sama semua
pihak. Selain dari individu siswa/siswi yang berusaha keras belajar menguasai
materi, keterkaitan pihak sekolah juga ikut andil dalam keberhasilan ini.
Beberapa aspek yang berpengaruh salah satunya adalah program pendalaman materi
atau yang lebih dikenal dengan bimbingan belajar. Bimbingan yang sudah menjadi
program unggulan Smansa dalam mempersiapkan siswa-siswinya terutama kelas XII
dalam menghadapi Ujian Nasional, rupanya menarik perhatian kelompok kami untuk
meneliti lebih lanjut.
Oleh
karena itu, kami ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana pendapat siswa-siswi
SMAN 1 Genteng kelas XII mengenai program pendalaman/bimbingan ini.
1.2
Identifikasi Masalah
Tanggapan
siswa/siswi kelas XII SMAN 1 Genteng mengenai program Pendalaman/Bimbingan
menjelang Ujian Nasional 2015.
1.3
Pembatasan Masalah
Penelitian
dibatasi pada lingkup kelas XII SMAN 1 Genteng
1.4
Rumusan Masalah
1.
Apakah
program pendalaman materi menjelang Ujian Nasional ini sudah efektif menurut
siswa/siswi kelas XII?
2.
Apakah
pembagian jadwal pendalaman sudah efektif bagi tiap-tiap mata pelajaran?
3.
Apakah
kelebihan dan?
4.
Adakah
hubungan antara pendalaman dan tingkat kepahaman siswa?
1.5
Tujuan Penelitian
1.
Pemenuhan
tugas kelompok Sosiologi
2.
Mengetahui
tanggapan siswa/siswi kelas XII mengenai program pendalaman/bimbingan menjelang
Ujian Nasional di SMAN 1 Genteng
1.6
Manfaat Penelitian
1.
Mengetahui
tingkat keefektifitasan program pendalaman/bimbingan di SMAN 1 Genteng
2.
Mengetahui
kelemahan dan kelebihan program pendalaman/bimbingan di SMAN 1 Genteng
3.
Mengetahui
tanggapan siswa/siswi kelas XII mengenai program pendalaman/bimbingan di SMAN 1
Genteng
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Batasan Konsep
1. Pengertian
Tanggapan
Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga dijelaskan definisi tanggapan adalah
berupa respon, reaksi dan jawaban. Pengaruh positif tanggapan dalam belajar
adalah aktifnya siswa dalam memberi tanggapan, bertanya, dan memberi umpan
balik terhadap materi yang dipelajarinya terutama dalam proses diskusi sehingga
siswa memperoleh pengetehuan yang diinginkannya. Sedangkan pengaruh negatif
tanggapan dalam belajar adalah karena seringnya siswa itu menanggapi statement
seseorang maka itu dapat mengganggu jalannya pembelajaran.
2. Pengertian
Bimbingan
a.
Menurut
James (1997) Bimbingan adalah pertolongan yang diberikan oleh seseorang
individu untuk menolong individu lain dalam membuat keputusan ke arah yang
dituju, dan mencapai tujuannya dengan cara yang paling baik.
b.
Menurut
Shertzer dan Stone (1981) Bimbingna dalah pertolongna yang diberikan kepeda
individu yang biasanya sedang mengalami perkembangan dan pertumbuhan mental,
sosial, intelektual, fisik, emosi, kejiwan, dan kerohanian
c.
Menurut
Yee (1997) Bimbingan adalah bantuan berkesinambungan dan bersifat mendidik yang
diberikan kepada individu agar mampu membuat penyesuaian dan perubahan tingkah
laku yang perlu
2.2 Tinjauan Kepustakaan
Dalam hal ini peneliti merajuk dari buku Sosiologi
SMA kelas XII yang diterbitkan oleh Yudhistira. Selain itu peneliti juga
merujuk pada akses internet terutama pada sebuah blogspot yang diekspos oleh
harisnst33 dengan judul “ Pengertian Bimbingan “. Dan juga dalam mengartikan
istilah tanggapan peneliti merujuk pada wikipedia
2.3 Ringkasan dan Kerangka Berpikir
Berdasarkan teori tersebut dapat
ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan antara tanggapan siswa dengan bimbingan
belajar. Dengan kata lain siswa mengutarakan pendapat dan tanggapannya mengenai
kebijakan sekolah mengenai program bimbingan belajar
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1
Lokasi
Penelitian
Penelitian
kali ini berhubungan dengan tanggapan siswa dengan menggunakan angket sehingga
peneliti melakukan penelitian di ruang kelas XII SMAN 1 Genteng
3.2
Prosedur
dan Jadwal Penelitian
1.
Peneliti
masuk kelas kemudian membagikan angket
2.
Siswa
kelas XII mengisi angket
3.
Angket
dikembalikan kepada peneliti
3.3
Waktu
Penelitian
Kali
ini waktu penelitian mengenai tanggapan mengenai program bimbingan belajar oleh
siswa kelas XII dilakukan pada Rabu, 18 Februari 2015
3.4
Subjek
Penelitian
Subjek
dalam penelitian kali ini yaitu semua siswa kelas XII SMAN 1 Genteng
3.5
Metode
Penelitian
Metode
yang dilakukan kali ini menggunakan metode kuantitatif yaitu menekankan pada
jumlah data berupa angka
3.6
Teknik
Sampling
Teknik
sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sampel kuota dimana
peneliti menentukan stratanya (kelas XII), kemudian membatasi jumlah sampel
yaitu 15 sampel per strata(kelas XII)
3.7
Teknik
Pengumpulan Data
Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket dimana
peneliti menyebarkan kuesioner kepada subjek peneliti untuk mengumpulkan data
BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1
Hasil Penelitian
1. Menurut
anda lebih memilih mana antara bimbingan pagi atau bimbingan siang?
·
Bimbingan pagi
·
Bimbingan siang
·
Netral
KELAS
|
A 1
|
A 2
|
A 3
|
A 4
|
A 5
|
S 1
|
S 2
|
S 3
|
Total
|
Pagi
|
15
|
14
|
11
|
9
|
11
|
11
|
14
|
8
|
93
|
Siang
|
0
|
0
|
3
|
4
|
3
|
4
|
0
|
7
|
21
|
Netral
|
0
|
1
|
1
|
1+1
|
1
|
0
|
1
|
0
|
6
|
2. Sudah
tepatkah pembagian jadwal antara bimbingan dan jadwal pelajaran pokok?
·
Sudah tepat
·
Belum/tidak tepat
·
Netral
KELAS
|
A 1
|
A 2
|
A 3
|
A 4
|
A5
|
S 1
|
S 2
|
S 3
|
Total
|
Sudah
|
4
|
7
|
7
|
3
|
4
|
2
|
5
|
5
|
37
|
Blm/tdk
|
11
|
8
|
7
|
11
|
10
|
13
|
9
|
10
|
79
|
Netral
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
0
|
4
|
3. Apakah
yang anda rasakan saat sudah masuk jam pelajaran?
·
Semangat
·
Sulit menangkap
·
Ngantuk
·
Lain-lain
·
Netral
KELAS
|
A 1
|
A 2
|
A 3
|
A 4
|
A5
|
S 1
|
S 2
|
S 3
|
Total
|
Semangat
|
5
|
4
|
5
|
4
|
5
|
2
|
3
|
3
|
31
|
Sulit mngkp
|
2
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
2
|
3
|
9
|
Ngantuk
|
5
|
9
|
6
|
5
|
3
|
6
|
6
|
7
|
47
|
Lain lain
|
2
|
2
|
3
|
3
|
5
|
6
|
3
|
2
|
26
|
Netral
|
1
|
0
|
1
|
2+1
|
1
|
0
|
1
|
0
|
7
|
4. Puaskah
anda dengan sistem bimbingan pada saat ini?
·
Sangat puas
·
Puas
·
Kurang puas
·
Tidak puas
·
Netral
KELAS
|
A 1
|
A 2
|
A 3
|
A 4
|
A5
|
S 1
|
S 2
|
S 3
|
Total
|
Sgt puas
|
3
|
4
|
2
|
1
|
0
|
0
|
4
|
1
|
15
|
Puas
|
6
|
3
|
7
|
5
|
8
|
5
|
7
|
3
|
44
|
Krg puas
|
5
|
4
|
5
|
5
|
5
|
8
|
3
|
7
|
42
|
Tdk puas
|
1
|
4
|
0
|
3
|
1
|
2
|
0
|
4
|
15
|
Netral
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
0
|
4
|
BAB V
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
5.1
Pembahasan
1.
Dari kuesioner dapat disimpulkan bahwa
dari 120 siswa, 93 siswa lebih memilih bimbingan pagi dan sisanya lebih memilih
bimbingan siang. Siswa lebih memilih bimbingan pagi karena beralasan bahwa di
pagi hari, jasmani dan rohani masih fresh sehingga mempengaruhi pikiran untuk lebih
fokus pada bimbingan. Selain itu siswa menilai bahwa bimbingan siang kurang
tepat dikarenakan kondisi fisik dan psikis siswa yang tak lagi fresh dan
cenderung menimbulkan rasa kantuk dan malas sehingga bimbingan belajar tak akan
memberikan perubahan pada prestasi siswa.
2.
Dari keseluruhan 120 siswa, 79 siswa
berpendapat bahwa jadwal bimbingna masih belum atau kurang tepat. Siswa berpendapat
seperti itu karena merasa bahwa jadwal bimbingan dinilai memotong jam pelajaran
efektif yang dapat merugikan siswa itu sendiri. Siswa menginginkan pembagian
jadwal yang lebih efektif dan efisien sehingga membuat lebih fokus pada belajar
tanpa rasa kantuk usai bimbingan.
3.
Berdasar hasil kuesioner, dari 120 siswa,
47 siswa merasa ngantuk setelah masuk jam pelajaran usai pelaksanaan bimbingan
belajar rutin. Dari siswa yang memilih beralasan bahwa pelaksanaan bimbingan
belajar terlampau membosankan dan terkesan monoton. Sebagian juga menganggap
bahwa pelaksanaan bimbingan kurang menarik sehingga dengan mudah dapat
mendatangkan rasa kantuk yang dapat menghambat proses belajar siswa.
4.
Selain itu juga dapat disimpulkan bahwa dari
120 siswa, 44 siswa merasa puas dengan pelaksanaan bimbingan sedangkan 42 siswa
merasa kurang puas dengan pelaksanaan bimbingan belajar tersebut. Dari siswa
yang merasa puas berpendapat bahwa bimbingan mampu membuat semangat belajar meningkat sehingga mempengaruhi prestasi
belajar. Sedangkan dari siswa yang merasa kurang puas berpendapat bahwa
pelaksanaan bimbingan belajar masih belum mampu memberi pengaruh yang besar
pada prestasi belajar dikarenakan pelaksanaan bimbingan yang membosankan dan
cenderung membuat rasa kantuk datang dengan mudahnya.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1
Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat
ditarik kesimpulan bahwa tanggapan para siswa mengenai pelaksanaan bimbingan belajar
di SMAN 1 Genteng, siswa kelas XII banyak yang lebih memilih bimbingan pagi.
Selain itu sebagian besar siswa kelas XII merasa bahwa pembagian jadwal bimbingan
masih belum atau tidak tepat. Sebagian juga mengungkapkan merasa ngantuk di jam
pelajaran efektif usai bimbingan. Dan dari keseluruhan siswa kelas XII,
perolehan suara puas dan tidak puas hanya mempunyai selisih dua siswa. Yaitu 44
siswa merasa puas dan 42 siswa merasa tidak atau kurang puas.
6.2 Saran
Setelah ditarik kesimpulan
sebagaimana tersebut diatas selanjutnya peneliti mengajukan beberapa saran,
yaitu sebagai berikut
Untuk pihak sekolah,
peneliti menyarankan untuk menetapkan jadwal bimbingan yang tepat sehingga
siswa merasa puas dan dapat mengambil manfaat dari adanya bimbingan belajar.
Siswa juga menuntut agar kegiatan bimbingan dapat dibuat semenarik mungkin
sehingga siswa dapat mengurangi rasa kantuk yang datang menyergap usai
bimbingan belajar.
Untuk siswa, peneliti
menyarankan siswa untuk menerima apa saja kebijakan sekolah. Karena sekolah
pasti sudah tahu dan memperhitungkan apa yang baik dan apa yang buruk bagi
siswa. Selain itu siswa juga dituntut untuk mempunyai jam istirahat yang cukup
agar rasa kantuk yang biasa menyergap ketika jam pelajaran bisa sedikit
berkurang atau dihilangkan.
DAFTAR PUSTAKA






0 komentar:
Posting Komentar